Minggu, 31 Januari 2016

Aktor-aktor Pembangunan Jalan tol Semarang-Batang

ilustrasi pembangunan jalan tol Semarang-Solo tahap 1 Menurut pendekatan jaringan kebijakan yang melihat pola interaksi berbagai aktor ... thumbnail 1 summary
ilustrasi pembangunan jalan tol Semarang-Solo tahap 1
Menurut pendekatan jaringan kebijakan yang melihat pola interaksi berbagai aktor yang terlibat dalam proses kebijakan, maka dalam masalah pembangunan jalan tol Semarang-Batang aktor-aktor yang terlibat di dalamnya adalah:
1.Pemerintah (Pusat dan Provinsi Jawa Tengah)
 Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan yang mengatur hidup masyarakat banyak, baik pemerintah pusat maupun daerah adalah stakeholder penting dalam jaringan kebijakan. Pemerintah dalam jaringan kebijakan menduduki posisi puncak sebagai stakeholder pengambil keputusan. Disini pemerintah harus mampu mengakomodir semua kepentingan stakeholder lain untuk mencapai tujuan bersama. 
Pada kasus pembangunan jalan tol Semarang-Batang, Pemerintah pusat bertanggung jawab terhadap kebijakan makro pembangunan jalan tol ini. Sementara pemerintah provinsi sebagai pelaksana dilapangan untuk membantu kordinasi pembebasan tanah di tingkat kabupaten. Peran masing-masing pemerintah ini berbeda, untuk pemerintah pusat mereka bertanggung jawab untuk mengawasi jalannya pembangunan jalan tol, menyediakan desain jalan tol, dan investor yang kapabel melalui skema investasi yang sesuai. Kemudian pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai kordinator pelaksana pembebasan tanah di tingkat kabupaten. Pemerintah Provinsi Jateng bertanggung jawab untuk memastikan pembebasan tanah di Kabupaten Kendal dan Batang berjalan lancar, melalui kerjasama dengan investor untuk penyediaan dananya.
Atas perbedaan fungsi pemerintah ini, maka untuk melihat aktor mana yang paling berperan harus kita bagi menjadi dua, yakni yang bertanggung jawab terhadap master plan dan pemilihan investor pembangunan jalan tol dan yang bertanggung jawab terhadap pembebasan tanah di lapangan. 
2.Investor
Investor dalam pembangunan jalan tol Semarang-Batang memegang peranan yang penting untuk memastikan pembangunan tersebut dapat berjalan atau tidak. Dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, investor diharuskan memiliki kemampuan finansial yang baik. Karena untuk pencairan anggaran pembangunan infrastruktur, pemerintah tidak bisa mengeluarkannya sewaktu-waktu. Maka dari itu investor selain harus memiliki kemampuan teknis membangun jalan tol, investor juga harus mampu secara finansial untuk memastikan dapat menutup anggaran yang belum bisa dicairkan oleh pemerintah. Investor yang bertanggung jawab atas pembangunan jalan tol ini adalah PT Marga Setiapuritama. 
3.Masyarakat (langsung dan tidak langsung)
Aktor lain yang juga berperan penting dalam pembangunan ini adalah masyarakat. Masyarakat sendiri terbagi menjadi masyarakat yang terkena dampak secara langsung dan masyarakat yang tidak secara langsung merasakan dampaknya. Mengapa identifikasi aktor masyarakat dibagi menjadi dua, karena persepsi dan kepentingan antara masyarakat yang terkena dampak langsung dan tak langsung berbeda. Untuk masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan tol secara langsung persepsi mereka adalah pembangunan jalan tol ini akan mengambil tanah dan rumahnya, sementara masyarakat yang tidak terkena dampak langsung, persepsi mereka adalah pembangunan jalan tol itu harus dilakukan untuk mengurangi kemacetan. Masyarakat ini adalah masyarakat yang tinggal di daerah sepanjang jalan tol ini akan di bangun, yakni masyarakat Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Batang.
Masyarakat menjadi aktor yang ikut menentukan dalam proses jejaring kebijakan pembangunan jalan tol Semarang-Batang karena masyarakat sebagai pemilik tanah dan sumber daya yang ada di daerah itu sebelumnya, memiliki posisi tawar yang dapat menentukan lancar tidaknya pembangunan jalan tol tersebut. Posisi tawar masyarakat itu sebenarnya berada pada fase pembebasan tanah, masyarakat memiliki daya tawar untuk menentukan jalan tol itu berhasil atau tidak, jika nilai ganti rugi tanahnya sesuai maka pembangunan jalan tol tersebut kemungkinan berhasil dengan lancar. Namun jika tidak sesuai maka pembangunan jalan tol tersebut menjadi terhambat sebagai akibat penolakan masyarakat.
Dari tiga kelompok aktor yang terllibat dalam pembangunan jalan tol semarang-batang ini maka akan diketahui aktor mana yang memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin dalam proses penyelesaian masalah pembangunan jalan tol ini.  Sebelum penentuan aktor dilakukan, kita lihat dulu faktor penghambat dan pendukung dari masing-masing pihak yang akan dijelaskan disini. Dengan melihat faktor pendukung dan penghambat masing-masing aktor maka kita bisa menentukan aktor yang menjadi pemimpin dengan lebih ebjektif. Baca juga:  1. Masalah-Masalah Pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang

Tidak ada komentar

Posting Komentar